Archive for Januari 2016



Bab 9
ILMU PENGETAHUAN , TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN 



9.1.       PENGANTAR

     Judul “ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan “ member ipetunjuk adanya sesuatu yang inheren.mungkin permasalahanya ialah adanya kontiunitas dan perubahan , harmoni dan disharmoni. Tidak mustahil ketiga masalah ini akan melihat masa lampau atau masa depan yang penuh dengan ketidakpastian dan dapat melibatkan perdebatan semantika. 

          9.2. ILMU PENGTAHUAN

PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN, YAITU : sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.

         9.2.1     EMPAT HAL SIKAP YANG ILMIAH, YAITU :

             Ø  Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah  yang objektif.

            Ø  Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya   didukung oleh fakta atau gejala dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.

               Ø  Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.

              Ø  Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.


         9.3.      TEKNOLOGI

PENGERTIAN TEKNOLOGI, YAITU : Sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi.

         9.3.1.CIRI-CIRI FENOMENA TEKNIK PADA MASYARAKAT, YAITU :

             Ø  Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
             Ø  Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
             Ø  Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan       secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis.
*    Teknik berkembang pada suatu kebudayaan.
*    Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
*   Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi,       bahkan dapat menguasai kebudayaan.
*    Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.


          9.4.       PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN NILAI

YAITU : Ilmu Pengetahuan , yaitu sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan   tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.

Teknologi , yaitu sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi.
Nilai , yaitu sesuatu yang memiliki harga, menunjukkan kualitas.

         9.5.      PENGERTIAN KEMISKINAN

YAITU : Kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti pangan, pakaian dan tempat berteduh .

         9.5.1.CIRI-CIRI MANUSIA YANG HIDUP DIBAWAH GARIS KEMISKINAN, YAITU;

              Ø  Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan.
           Ø  Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan          kekuatan  sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
              Ø  Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD.
              Ø  Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas.
              Ø  Banyak yang hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai ketrampilan.

          9.5.2.Fungsi Kemiskinan,
           
 yaitu :
           Ø  Kemiskinan menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tidak  terhormat, berat, berbahaya, namun dibayar murah.
              Ø  Kemiskinan memperpanjang nilai guna barang atau jasa.
       Ø  Kemiskinan mensubsidi sebagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya.
              Ø  Memperteguh status sosial orang kaya, karena bermanfaat untuk menjadi tumbal pebangunan.

Sumber :

#SOAL SOAL BAB 9

    1.   Di dalam ilmu pegetahuan terdapat EMPAT HAL SIKAP YANG ILMIAH, YAITU ?         kecuali

     a.    ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif.

     b.    Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.

    c.    Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.

    d.    Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.

    2.   Apakah yang di maksud dengan ilmu pengetahuan?

    a.    Kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti pangan, pakaian dan tempat berteduh 
.
     b.   tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.

    c.    sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan   tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.

     d.    sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi.

    3.   Apakah yang di maksud dengan teknologi?

    a.    Kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti pangan, pakaian dan tempat berteduh .

    b.    tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.

    c.    sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan   tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.

   d.    sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi

    4.   apakah yang di maksuddengan kemiskinan?

     a.    Kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti pangan, pakaian dan tempat berteduh .

     b.    tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan  dengan perhitungan rasional.

     c.    sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan   tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.

     d.    sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi


    5.   apakah yang di maksud dengan rasionalitas?

     a.    Kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti pangan,  pakaian dan tempat berteduh .

     b.    tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan  dengan perhitungan rasional.

     c.    sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan   tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.


     d.    sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi








BAB 10
AGAMA DAN MASYARAKAT




10.1.        PENGANTAR


Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibutikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figure nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan. Bukti di atas sampai apada pendapat bahwa agama merupakan tempat mencari makna hidup yang final dan ultimate. Kemudian, pada urutannya agamayang diyakini merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosialnya dan kembali pada konsep hubungan agama dengan masyarakat.


Membicarakan peranan agama dalam kehidupan sosial menyangkut dua hal yang sudah tentu hubungannya erat memiliki aspek-aspek yang terpelihara. Yaitu pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas social dan grup social, perseorangandan kolektivitas dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agma diwarnainya. Yang mempunyai seperangkat arti mencakup perilaku sebagai pegangan individu (way of life) dengan kepercayaan dan taat kepada agamanya. Agama sebagai suatu system mencakup individu dan masyarakat, seperti adanya emosi keagamaan, keyakinan terhadap agamanya.


Dalam proses sosial, hubungan nilai dan tujuan masyarakat relative harus stabil dalam setiap momen. Bila terjadi perubahan dan kultural hancurnya bentuk social dan cultural lama. Masyarakat dipengaruhi oleh berbagai perubahan sosial. Setiap kelompok berbeda dalam dalam kepekaan agama dan cara merasakan titik kritisnya. Dalam kepekaan agama setiap kelompok berbeda dalam menafsirkannya, semua sesuai dengan situasi apa yang dihadapi oleh kelompok tersebut. Disamping menawarkan nilai-nilai dan solidaritas baru, juga tampil pola-pola sosial untuk mencari jalan keluar dari pengalaman yang mengecewakan anomi, menetang sumber yang nyata dan mencoba mengambil upaya pelarian yang telah disediakan oleh situasi.


10.2.        Fungsi Agama


Aspek yang perlu dipelajari dalam membahas fungsi agama adalah kebudayaan, social dan kepribadian. Ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena social terpadu yang pengaruhnya dapa diamati dalam perilaku manusia. Fungsi agama sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengatasi diri dari ketidakpastian, ketidakberdayaan dan kelangkaan; dan agama dipandang sebagai mekanisme penysuaian yang paling dasar terhadap unsur-unsur kehidupan, memenuhi kebutuhan masyarakat. Contohnya dalam melakukan transaksi jual beli agama berperan dalam menjaga kepercayaan manusia yang satu dengan yang lainnya dalam melakukan transaksi. Masalah fungsionalisme agama dapat dianalisis lebih mudah pada komitmen agama.



Dimensi komitmen agama, menurut Roland Robertson (1984), diklarifikasikan berupa keyakinan, praktek, pengalaman, pengetahuan dan konsekuensi.


A. Dimensi keyakinan harapan bahwa orang yang religious akan mengikuti kebenaran ajaran-ajaran agama.


B. Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan memuja dan berbakti, yaitu perbuatan untuk melakukan komitmen agama secara nyata.


C. Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai perkiraan tertentu. Yaitu orang yang benar-benar religious pada suatu waktu akan mencapai pengetahuan yang langsung dan subjektif tentang realitas tinggi.


D. Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan bahwa orang yang religius akan memiliki informasi tentang ajaran pokok keagamaan.


E. Dimensi konsekuensi dari komitmen religious berbeda dengan tingkah laku perseorangan dan pembentukan citra pribadinya.


10.3.        masyarakat-masyarkat Industri Sekuler.


Masyarakat industri bercirikan dinamika dan semakin berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan, sebagian besar penyesuaian-penyesuaian terhadap alam fisik, tetapi yang penting adalah penesuaian-penyesuaian dalam hubungan-hubungan kemanusiaan sendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai konsekuensi penting bagi agama. Salah satu akibatnya adalah anggota masyarakat semakin terbiasa menggunakan metode empiris berdasakan penalarandan efisiansi dalam menanggapi masalah kemanusiaan, sehingga lingkungan yang bersifat secular semakin meluas, seringkali dengan pengorbanan lingkungan yang sakral. Watak masyarakat sekuler menurut Roland Robertson (1984), tidak terlalu memberikan tanggapan langsung terhadap agama. Misalnya pemikiran agama, praktek agama, dan kebiasaan-kebiasaan agama peranannya sedikit.


10.4.        Pelembagaan AGAMA


Agama begitu universal, permanen dan mengatur dalam kehidupan, sehingga bila tidak memahami agama, akan sukar memahami masyarakat. Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, meskipun tidak tergambar secara benar dan utuh.

A. Masyarakat yang Terbelakang dan Nilai-nilai Sakral.


Masyarakat ini berjumlah kecil, terisolasi, dan terbelakang. Anggota masyarakat menganut agama yang sama. Agama memasukan pengaruh yang sakral ke dalam system masyarakat mereka.

          B. Masyarakat-masyarakat Praindustri yang sedang Berkembang.


Keadaan masyarakat tidak terisolasi, ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi daripada tipe sebelumnya. Agam memberikan arti dan ikatan kepada system nilai dalam tiap masyarakat ini, tetapi saat yang sama lingkunngan yang sacral dan yang secular itu sedikit banyak masih di bedakan.


C. Masyarakat-masyarakat Praindustri yang Maju.


Bersifat rasional dan berfikir ilmiah dalam pendekatan agama sehingga mengarah ke tingkah laku yang ekonomis dan teknologis. Sifat-siaft agama hampir tidak mungkin dipandang dengan sikap yang netral. Bila sifat rasional penuh dalam membahas agama yang ada pada manusia, maka berati bersifat nonagama.


Sumber :

MKDU ILMU SOSIAL DASAR oleh Harwantiyoko, Neltje F. Katuuk, Jakarta 1997


#SOAL-SOAL BAB 10

1.    Dalam mempelajari fungsi agama kita harus mempelajari aspek-aspeknya yaitu? Kecuali.

a.    kebudayaan,

b.     social

c.     kepribadian.

d.    Politik


2.    Agama mempunyai fungsi yaitu salah satuya sebagai petunjuk bagimanusia untuk?

a.    Ketidakpastian

b.    Ketidakberdayaan

c.    Fitnah

d.    Kelangkaan



3.    Menurut Roland Robertson (1984), dimensi komitmen agama diklarifikasikan berupa ?

a.    keyakinan,

b.    praktek

c.    penghukuman

d.    pengetahuan dan konsekuensi.


4.    Watak masyarakat sekuler menurut Roland Robertson (1984), tidak terlalu memberikan tanggapan langsung terhadap?

a.    Agama

b.    Pendidikan

c.    Teknologi

d.    Ilmu pengetahuan


5.    Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, meskipun tidak tergambar secara benar dan utuh, apakah tipe-tepe tersebut? kecuali.

a.    Masyarakat yang Terbelakang dan Nilai-nilai Sakral.

b.    Masyarakt yang tidak mengenal agama

c.    Masyarakat-masyarakat Praindustri yang sedang Berkembang.

d.    Masyarakat-masyarakat Praindustri yang Maju.





 Semoga bermanfaat ^-^


Tugas ISD 3 BAB 9-10

Posted by Jubel.com
Rabu, 20 Januari 2016

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com

Blogroll

- Copyright © 2013 My Ainchard -Sao v2- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -